Silahkan kirim artikel Tabligh kesayangan anda disini. (Artikel yang terpilih akan kami posting berdasarkan kategori yang tersedia)

4 Tanggapan to “Kirim Artikel Tabligh”


  1. SEBUAH RENUNGAN YANG TIDAKLAH PANJANG

    Dalam keadaan darurat, pisau dapur dapat difungsikan sebagai penoreh kulit saat pembedahan… akan tetapi pisau dapur tersebut tidak boleh berubah nama menjadi penoreh kulit. ( http://www.aziznawadi.co.nr )

    Demikian pula, gigi dapat difungsikan sebagai pembuka botol minuman berkarbonasi… namun gigi takkan pernah dinamakan pembuka botol.

    Jikalau bis umum senantiasa penuh dengan penumpang, apakah kepenuhan itu dijadikan sebagai ciri utama bis umum..?? sehingga ketika melihat bis yang kosong, tidak dinamakan bis..?? ( http://www.aziznawadi.co.nr )

    Inilah yang terjadi sesungguhnya dalam dunia penafsiran kitab suci… Ketika kita membaca ayat “Wahai Nafsu Muthma’innah” kita menafsirkannya dengan : Wahai hamba yang telah meninggal dunia !!!

    Ketika kita membaca ayat “Semua yang ada di atasnya adalah tiada” kita menafsirkannya dengan : Semua yang ada di permukaan bumi akan mati !!!

    Ketika kita membaca ayat “Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kecuali lima puluh tahun” kita menafsirkan bahwasanya umur Nabi Nuh as. di dunia hanya 950 tahun !!!
    ( http://www.aziznawadi.co.nr )
    Ketika kita menafsirkan surat al-Alaq, kita simpulkan bahwasanya Nabi Muhammad saw. tidak memiliki keahlian sedikipun dalam hal membaca dan menulis !!!

    Ketika kita membaca ayat “Dan Kami tuliskan apa yang telah mereka ajukan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan” kita tafsirkan bekas-bekas itu dengan buku-buka para pendahulu kita !!! seakan-akan mayoritas pendahulu kita adalah ma’shum, dan semakin kuning sebuah buku itu maka semakin kita nilai benar dan kuat !!!

    Kita sering membenahi, memelihara, mengelola dan menambah atau merubah fungsi bahkan memperbaiki kekayaan nenek moyang yang telah diwariskan kepada kita demi sebuah misi yang baik di masa mendatang agar dapat dinikmati manfaatnya oleh keturunan selanjutnya, mengapa hal itu tidak kita lakukan terhadap buku-buku dan pemikiran-pemikiran para pendahulu itu..??
    ( http://www.aziznawadi.co.nr )
    Kebekuan, kekolotan, kesempitan akal dan hati serta kejumudan yang berlebihan, merupakan sebuah keterbelakangan yang memprihatinkan… keterbelakangan ini akhirnya menjurus kepada sebuah terorisme… akibatnya lenyaplah manusia dan sumber dayanya, bahkan segala yang hidup menjadi mati tak berguna. Keanehan telah menjadi biasa sementara yang biasa menjadi amat sulit diterima.

    Masa demi masa kebodohan kita semakin meningkat, dan keinginan kepada sebuah kebenaran telah sirna !!! Akankah sebuah kesalahan itu menjadi benar hanya disebabkan oleh pembenaran sejumlah para pendahulu..?? Sebuah tanda tanya yang senantiasa merenung dan bertapa, yang sebetulnya ia hanya mengharap sedikit kesadaran akal dan jiwa.

    Memanglah sang Nabi pernah bersabda : “Sesungguhnya ulama’ umatku tidak akan pernah menyepakati hal yang bathil”, sabda ini digunakan orang sebagai penguat ijma’ ulama’ dalam syari’at Islam… Ijma’ ulama’ memang patut dijadikan argumen yang penguat, namun pertanyaan yang jarang terucap : Siapakah ulama’ itu sendiri? yang boleh diterima ijma’nya?

    “Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi yang lebih mengetahui” demikianlah firman sang maha mengetahui itu !!! lalu jurus apa lagi yang akan kita mainkan saat mengomentari firman-Nya yang satu ini..??
    ( http://www.aziznawadi.co.nr )
    “Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini tiap-tiap seratus tahun : seorang yang akan memperbaharui untuk umat hal-hal yang berkaitan dengan agama mereka” sebuah sabda tegas yang tentunya mengundang tanda tanya berikutnya, yang mungkin saja belum terjawab sampai detik ini juga !!!

    Rektor sekaligus guru besar institut al-Futuh al-Falaki di Libanon, Ustaz Abdul-Fattah Assayyid Aththukhi menyatakan dalam bukunya al-Wilayah al-Ilahiah : “Janganlah sekali-kali kamu beranggapan bahwasanya para ulama’ dan auliya’ telah pergi dan tiada lagi yang melebihi mereka atau minimal sama seperti mereka pada masa ini… Pada hakekatnya masa keulama’an dan kewalian belum berakhir sampai Imam al-Mahdi tiba dan kiamat menimpa, malahan bisa saja Allah memberikan kepada ulama’ akhir zaman apa yang tidak Ia berikan kepada ulama’ terdahulu, karena Ia telah memberikan Nabi terakhir apa yang tidak diberikan-Nya kepada para Nabi sebelum beliau” !!!

    Apapun lantunan fakta, sebetulnya ia telah nyata, “Segala jenis puji kembali kepada Allah namun kebanyakan dari mereka tidak mengetahui” demikian pernyataan-Nya. “Sedikit saja dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” pernyataan-Nya pula. Yang berjaya hanyalah kaum minoritas !! mengapa? dan kaum yang mana..?? Akankah mayoritas kaum muslimin dalam kesesatan..?? dan siapa pulakah mereka yang sesat itu..?? “Dan barang siapa yang disesatkan-Nya maka kamu hai Muhammad tak akan menemukan seorang wali mursyid kepadanya” jawab-Nya.

    Salah seorang ulama’ al-Azhar dan wali mursyid asal Alexandria Mesir, Syekh Ahmad bin Atha’illah Assakandari ra. sempat berkata dalam buku populernya al-Hikam sebelum menghembuskan nafas terakhirnya tahun 1309 M. : “Kebenaran tidaklah tersembunyi darimu, akan tetapi sesungguhnya kaulah yang menyembunyikan dirimu dari kebenaran itu” seolah takut kepada yang benar !!! takut kepada keselamatan !!!
    Artikel penuh keabstrakan ini hanya mencoba mengantar pembaca kepada sebuah renungan yang tidaklah panjang… semoga saja kita mau menerima kebenaran… yang telah lama menghadap dengan uluran tangan.
    ( http://www.aziznawadi.co.nr )
    posted by AzizNawadi @ 12/24/2006 07:27:00 AM


  2. ass…..alhamdu……kt ini umat yang 1,jd tujuanya untuk menyatukan bukan untuk perpecahan.slmt buat da’wah.

  3. Hardi Says:

    very good articles.


  4. Assalamu’alaikum Wr,Wb

    Allah memberkati kita semuanya dalam Rahmat Kasih dan Sayangnya……..

    Jika tidak ada Rahmat-Nya maka tidak lah kita berkumpul di Pondok ini untuk saling mencari pengetahuan Ilmu di dalam Ilmu Allah Ta’ala yang tiada batasnya….

    Sungguh…… kesadaran itu sangat….sangat…sangat lah utama sekali di dalam kehidupan ini….
    Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin taubat seseorang bisa diterima?
    Tanpa kesadaran maka bagaimana mungkin Amal Ibadah bisa sampai kepada yang Allah?
    Tanpa kesadaran maka manusia itu akan terombang ambing oleh kebingungan dan kegelisahan di jiwanya…….

    Saudaraku……… Sahabatku……….Kawanku……….

    ketahuilah oleh kita semua….., bahwa Allah Swt itu sangatlah nyata senyatanya….. dengan apa kita melihat Allah itu nyata?
    yaitu melali kenyataan yang sudah dinyatakan-Nya atas kita berupa kenikmatan.
    Ketahuilah bahwa apa saja yang ada pada diri kita semuanya itu adalah nikmat Allah. DAri ujung rambut sampai ujung kaki, Zahir maupun BAtin, Ruh dan Jasad, luar maupun dalam, atas maupun bawah, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya adalah Nikmat Allah Swt. Meliputi bulu, kulit, darah, daging, tulang, otak, sum2, penglihatan, pendengaran, penciuman, pengrasa, nyawa, jalal, jamal,qohar dan kamal segalanya tidak ada yang ada selain Nikmat Allah yang menunjukkan Allah Swt sangat….sangat…sangat…. dekat sekali dengan diri kita.

    Jika kesadaran itu tertanam pada relung jiwa yang paling dalam bahwa apa saja yang ada pada diri kita ini senantiasa di liputi oleh Allah dengan dinyatakan-Nya melalui Nikmat-nikmat-Nya tadi maka kemudian sadarilah lagi bahwa setiap waktu bahkan setiap detik pun dari buka matasampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam tidak ada yang ada melainkan semuanya senantiasa dalam rahmat dan Kasih Sayang Allah.

    Itulah yang membuktikan bahwa Allah itu senantiasa memperhatikan Hamba-Nya…….
    Siapakah yang mengatur Jantung sehingga berdetak?
    Siapakah yang mengatur nafas sehingga bisa naik dan turun?
    Siapakah yang mengatur darah sehingga mengalir keseluruh Tubuh?
    Siapakah yang mengatur kedipan Mata sehingga senantiasa berkedip?
    semuanya itu Allah lah sang Maha Pengatur….. Allah lah sang Maha Pemelihara….. yang senantiasa mengawasi akan Hamba-Nya

    Jika kesadaran itu telah melekat pada diri sebagaimana yang sudah di paparkan oleh Tuhan disini melalu diri Pengembara Jiwa yang hina dan fakir ini, maka itulah yang dikatakan mereka yang senantiasa ingat akan Allah baik dalam keadaan berdiri, berduduk, maupun berbaring, bahkan bukan hanya itu saja… mereka itu senantiasa ingat kepada Allah baik dari buka mata sampai tutup mata kembali setiap waktu setiap detik 24 jam sehari semalam baik di sadari maupun tak disadari baik diketahui maupun tidak di ketahui dirasakan maupun tidak dirasakan…. kuncinya ada pada “KESADARAN”. karena kesadaran itulah yang akan merubah seseorang menjadi baik dan terlebih baik lagi. dan itulah sebenar2nya Zikir Khofi/Sir yaitu Ingat Allah secara sirr/Rahasia/Halus yaitu ingat kepada Allah dengan tumbuhnya kesadaran jiwa. Bahwa tidak ada yang ada pada diri semuanya adalah Nikmat Allah sebagai bukti nyata, bahwa Allah meliputi diri. Wa Fii Anfusikum Afala Tub’siruun (Dan Pada diri kamu…….. mengapa engkau tidak memperhatikannya)

    Dan kesadaran itulah yang akan membawa dirinya menjadi semakin dekat dan cinta kepada Allah yang senatiasa memperhatikannya di setiap waktunya.

    Bergembiralah bersama Allah melalui Nikmat-Nya yang ada padamu…………
    Tersenyumlah selalu bersama Allah melalui Rahmat Kasih Sayang-Nya yang meliputi dirimu disetiap waktu….

    Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu tersenyum dan bahagia…. dan tentunya tidak ada lagi rasa kehawatiran dan ketakutan…, dikarenakan ia sadar sesadar sadaranya bahwa Allah beserta ia diamanpun ia berada.

    Hanya mereka yang tumbuh kesadaran demikian lah yang akan selalu gembira dan bersyukur…. dan tentunya tidak ada lagi rasa duka dan sedih…, dikarenakan ia sadar sesadar sadarnya bahwa Rahmat Kasih SAyang Allah senantiasa meliputi dirinya di setiap waktu dari buka mata sampai tutup mata kembali 24 jam sehari semalam baik dalam keadaan jaga maupun tidur, berdiri, duduk , berbaring.

    Wahai saudaraku……Sahabatku…..Kawanku…..
    Pahamilah…… dan renungkanlah serta sadarilah…..apa yang PJ uraikan ini, karena sesungguhnya bukanlah PJ yang mengutarakan karena si PJ ini tiada daya tiada upaya fakir dan hina juga tidak ada memiliki ilmu. Semua yang telah di paparkan di sini itu semua datang dari pada Allah Swt kepada kita semuanya… karena Kasih Sayang-Nya kepada Kita.

    Subhanallah…..Subhanallah….Subhanallahil ‘Adziiim
    Laa Hawlaa Wa Laa Quwwata Illa Billa hil ‘Aliyyil ‘Adziiim.

    Allah memberkati kita semua di dalam Rahmat Kasih dan Sayang-Nya serta Ridho-Nya….

    Kesadaran….. Ya….. Kesadaran…….jadilah orang2 yang sadar akan kesadaran….. itulah orang yang mengenal akan Allah dengan sebenar2nya.

    Wassalam
    Pengembara jiwa

    dicopy dari…. http://pengembarajiwa.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan